Kelebihan dan Kelemahan penggunaan Teknologi Informasi dalam Bimbingan dan Konseling
Seorang konselor harus mampu menguasai
teknologi informasi seperti komputer dan internet. Yang dalam hal ini merupakan
alat atau sarana.Menurut Soemantri (2006) bahwa meskipun banyak manfaat yang
dapat diambil dari komputer dan internet, seorang konselor memahami proses
bahwa komputer merupakan alat bantu untuk mempresentasikan informasi. Triyanto (2006) mengajukan tahapan yang perlu ditempuh dalam penyiapan penguasaan seorang konselor terhadap teknologi informasi ini, yaitu: pertama, mengajak mahasiswa untuk memahami pengoperasian komputer, sehingga bisa mengetahui cara kerja komputer. Kedua, mengembangkan kemampuan mahasiswa untuk bekerja dan menganalisa masalah menggunakan komputer. Ketiga, dikenalkan konsep bermasyarakat dengan komputer. Konsep-konsep berdiskusi secara elektronik, tata cara yang digunakan, serta kemungkinan kerjasama secara elektronik.
bahwa komputer merupakan alat bantu untuk mempresentasikan informasi. Triyanto (2006) mengajukan tahapan yang perlu ditempuh dalam penyiapan penguasaan seorang konselor terhadap teknologi informasi ini, yaitu: pertama, mengajak mahasiswa untuk memahami pengoperasian komputer, sehingga bisa mengetahui cara kerja komputer. Kedua, mengembangkan kemampuan mahasiswa untuk bekerja dan menganalisa masalah menggunakan komputer. Ketiga, dikenalkan konsep bermasyarakat dengan komputer. Konsep-konsep berdiskusi secara elektronik, tata cara yang digunakan, serta kemungkinan kerjasama secara elektronik.
Komponen Sistem Teknologi Informasi adalah sistem yang
terbentuk sehubungan dengan penggunaan teknologi informasi. Komponen utama Sistem
Teknologi Informasi yaitu:
1. Hardware (perangkat keras)
2. Software (perangkat lunak)
3. Brainware (orang yang membuat, menggunakan dan memelihara sistem)
1. Hardware (perangkat keras)
2. Software (perangkat lunak)
3. Brainware (orang yang membuat, menggunakan dan memelihara sistem)
Pelayanan konseling melalui
fasilitas internet dikenal dengan nama e-counseling
contoh proses konseling via internet yaitu:
1. email therapy
2. online therapy
3. cyber counseling dan
4. e-counseling.
Pemanfaatan teknologi informasi
dalam bimbingan dan konseling memberikan dampak positif dan negative. Dampak
positifnya adalah semakin mudahnya interaksi antara konselor dengan kliennya
yang tidak harus bertatap muka dalam pelaksanaan proses bimbingan dan
konseling. Teknologi informasi juga memudahkan klien untuk mendapatkan
informasi yang dia butuhkan pada saat itu juga. Dalam proses bimbingan dan
konseling masih banyak yang belum mengetahui pemanfaatan media teknologi
informasi untuk menunjang layanan bimbingan dan konseling. Konselor sekolah
tidak semuanya mengerti atau paham tentang penggunaan internet. Para konseli
yang dalam hal ini adalah siswa juga perlu diberikan suatu sosialisasi agar
kemajuan teknologi informasi tersebut bisa dimanfaatkan sesuai apa yang
diharapkan. Dengan kata lain, teknologi informasi tersebut tidak disalahgunakan
untuk hal yang negatif.
Kelebihan atau keuntungan pelayanan
bimbingan konseling melalui teknologi informasi, diantaranya :
1. Pelayanan melalui teknologi informasi mudah di
akses.
2. Tidak membutuhkan biaya transportasi
3. Mengurangi kesulitan jadwal yang berkaitan dengan program
kelompok
4. Pelayanan melalui teknologi informasi bersifat semi
anonim
5. Klien lebih mau terbuka berbicara tentang masalahnya
karena ia tidak berkomunikasi secara tatap muka (face to face), sehingga
ia dapat lebih siap dan terbuka
Adapun kelemahan dalam pelayanan
bimbingan konseling melalui teknologi informasi, diantaranya:
1. Konselor tidak dapat memastikan bahwa kliennya
benar-benar seruis atau tidak
2. Diperlukan perangkat khusus agar pelayanan bimbingan
konseling melalui teknologi informasi dapat terlaksana dan perangkat tersebut
tidak murah, sehingga tidak samua orang dapat memanfaatkannya
3. Informasi yang diterima dan diberitakan sangat terbatas,
komunikasi satu arah, klasifikasi dan eksplorasi tidak biasa segera dilakukan,
sehingga ada kemungkinan terjadi kesalahpahaman
4. Kegiatan konseling melalui teknologi informasi dapat
menimbulkan jarak baik secara fisik maupun psikis diantara konselor dan
klien.
Sumber: http://nawizara.blogspot.com/2014/06/kelebihan-dan-kekurangan-ti-dalam-bk.html

niceee
BalasHapusBagus dan bermanfaat kak
BalasHapusNagus kaka
BalasHapusBagooossss
BalasHapusBaguss👍
BalasHapus