Budaya menyontek di Kalangan Pelajar
Diera teknologi ini, budaya menyontek sudah menjadi hal yang lumrah dan berkembang di kalangan pelajar bahkan sudah menjadi budaya secara turun temurun. Peserta didik sudah tidak takut lagi terhadap efek jera yang diberikan guru terhadap perilaku menyontek. Hal ini dikarenakan kurang tegasnya sanksi yang diberikan pendidik kepada peserta didik sehingga membuat siswa meremehkan dan menganggap sepele perilaku tersebut.
a. Pengertian Perilaku Menyontek
menyontek
berasal dari kata sontek yang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata sontek, menyontek
diberi pengertian dengan mengutip tulisan sebagaimana aslinya “menjiplak”. Dalam
pengertian sehari-hari, menyontek sering diartikan dengan membuka/melihat catatan
pada saat ujian tulis dilakukan dimana sebenarnya ujian itu bersifat close book
atau dilarang membuka buku pada saat ujian berlangsung. Namun pengertian menyontek
ini dianggap terlalu sederhana, sehingga Rahmad Ali memberikan definisi yang
lebih dalam yaitu usaha mengerjakan soal-soal ujian tulis dengan menggunakan
cara-cara yang melanggar tata tertib dengan tujuan untuk mendapatkan nilai yang
baik. Melihat unsur-unsur yang terdapat dalam pengertian di atas maka jelas
bahwa :
1. Menyontek merupakan perbuatan yang
tidak jujur, karena mengerjakan soal-soal ujian dengan melanggar tata tertib
ujian.
2. Menyontek dapat dikerjakan dengan
berbagai cara seperti membuka catatan kecil, membuka buku pelajaran, bertanya
pada teman, saling melempar jawaban dan lain-lain
3. Tujuan menyontek tidak lebih dari
sekedar untuk meraih nilai atau skor yang baik sebagai keberhasilan dalam
ujian.
b. Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku
Menyontek
-
Terlalu
berambisi untuk mendapat nilai yang paling baik tetapi malas belajar. Terkadang
siswa menggunakan hasil ahir sebagai tujuan utama dalam belajarnya. Siswa hanya
mementingkan hasil ahirnya saja, sedang usaha untuk mencapainya tidak
diperhatikan. Siswa menjadi sangat berambisi untuk memperoleh nilai baik saat
ujian, tetapi ia malas belajar, malas mengerjakan tugas bahkan suka membolos
saat jam pelajaran. Ambisi semacam ini dapat menimbulkan sikap rakus dan egois.
Dalam setiap ujian, siswa akan berusaha semaksimal mungkin mengerjakan soal
entah apapun caranya. Keadaan yang semacam ini menurut wibisono adidarmojo,
dapat menjadikan siswa “mempunyai kecenderungan untuk mengambil jalan pintas”.
Jalan pintas yang dimaksud di sini tidak lain adalah menyontek.
-
Kurangya
rasa percaya diri. Kurangnya percaya diri merupakan sikap negatif yang dapat
terjadi dikalangan siswa. Kurang percaya diri ini dapat menjadikan siswa merasa
tak mampu lagi menghadapi persoalan belajar terlebih lagi menghadapi ujian.
Sehingga untuk menutupi kelemahannya dan demi mendapat nilai bagus terkadang
siswa melakukan kecurangan dengan cara menyontek pada saat dilaksanakannya ujian.
-
Mudah
ikut-ikutan teman Pada usia remaja (peer-group)
Dikalangan
siswa terdapat suatu jalinan perasaan setia kawan yang tinggi. Siswa merasa
khawatir kalau-kalau dikucilkan dari pergaulan peer-groupnya. Untuk
menghilangkan perasaan ini, siswa dituntut untuk menjalin rasa kerjasama yang
tinggi. Bila ada teman yang menyontek, ia akan cenderung berbuat serupa, atau
paling tidak dia akan melindungi perbuatan temannya dari kemungkinan diketahui
oleh guru.
-
Ringannya
sanksi buat penyontek.
Menyontek
dalam mengerjakan soal-soal ujian akhir semester merupakan pelanggaran tata
tertib yang dilakukan oleh peserta. Sebelum ujian tulis dimulai, biasanya
pengawas telah memberi peringatan. Jika selama jalannya ujian terdapat pelanggaran,
untuk pelanggar pertama dia akan diberi peringatan dengan nada lunak supaya
siswa mau membenahi diri. Untuk pelanggar kedua diingatkan dengan nada keras
supaya siswa komitmen terhadap tata tertib. Untuk pelanggaran ketiga dan seterusnya
baru dijatuhkan sanksi misalnya dengan dicatat kedalam lembar berita acara
ujian. Siswa yang mengetahui dirinya dicatat dalam lembar berita acara lazim
merasa cemas, was-was, dan menyesali perbuatannya. Namun perasaan ini bisa
lenyap seketika karena ternyata tdak ada tindak lanjut dari guru bidang study
yang disontek. Siswa merasa aman jika tau ternyata ia tetap lulus.
c. Bentuk-bentuk Perilaku Menyontek
Menyontek
biasa dilakukan dengan berbagai cara oleh siswa. Sejalan dengan laju perkembangan
zaman yang kini masuk era globalisasi, cara-cara siswa melakukan kecurangan
menyontek pun mengalami perkembangan dari yang semula dilakukan secara manual seiring
berkembangnya teknologi menyontek juga dilakukan dengan memanfaatkan kemajuan
teknologi.
Beberapa
cara menyontek yang dilakukan siswa antara lain:
-
Membuka
catatan kecil
-
Membuka catatan pelajaran
-
Melihat
pekerjaan teman
-
Bertanya
pada teman
-
Lempar-lemparan
kertas catatan dengan teman
-
Memanfaatkan
teknologi
Guru BK atau konselor harus mampu untuk
mencegah siswa agar tidak terjerumus untuk menyontek. Guru BK atau konselor
harus mampu membantu siswa agar siswa mempunyai konsep diri yang positif dan
rasa percaya diri yang tinggi dan juga membantu agar siswa mampu mengembangkan
potensi yang dimiliki.
Guru BK memposisikan siswa sebagai
teman bicara saat melakukan layanan bimbingan maupun layanan konseling. Guru BK
melakukan upaya dengan cara mengatasi siswa menyontek dengan cara berkolaborasi
dengan siswa dan antara guru mata pelajaran serta orang tua siswa. Guru BK harus
cepat tanggap terhadap diri siswa guna menghindari kebiasaan menyontek. Guru BK
berupaya mengenali lebih dekat diri siswa melalui alasan siswa melakukan menyontek
guna menentukan tindak lanjut layanan yang diberikan.
Layanan yang diberikan Guru BK untuk
menanggulangi siswa menyontek yaitu dengan Konseling Kelompok. Layanan ini lebih
ditekankan pada kognisi, perilaku dan aksi yang lebih mengutamakan berpikir,
menilai, menentukan, menganalisis dan melakukan sesuatu. Layanan ini juga membantu
orang memeriksa dan mengubah beberapa nilai dasar mereka terutama yang
menimbulkan gangguan. Hal ini berkaitan dengan menghilangkan penilaian yang
salah oleh siswa terhadap perilaku menyontek.

Sngat membantu kak
BalasHapusBermanfaat kak
BalasHapusmenarik
BalasHapusBagooss
BalasHapusMakasih infonya :)
BalasHapus